MOTIF TENUNAN KAUN TUPU
Dalam Perspektif Teologi Antropologi

 

Menenun merupakan tradisi yang diwariskan secara turun temurun kepada setiap generasi. Dalam setiap keluarga, orang tua khususnya ibu wajib mewariskan keahlian menenun kepada anak perempuannya. Hal ini telah nampak sejak dari kelahiran anak dalam keluarga. Jika yang lahir itu adalah anak perempuan, maka pihak keluarga akan menyambutnya dengan memberikan ike ma suti. Jika yang lahir adalah anak laki-laki, maka pihak keluarga menyambutnya dengan memberikan besi ma benas (linggis dan parang). Warisan ini dipandang sebagai alat perlengkapan untuk mengerjakan kebun ladang ke depan.

Pekerjaan menenun di suku Timor Amarasi menghasilkan kain tenunan dengan motif-motif yang sangat indah. Salah satunya motif tenunan kaun tupu. Pekerjaan yang dilakukan oleh seorang perempuan ini merupakan tradisi yang turun menurun dari setiap generasi ke genarasi lainnya. Dari tangan perempuan inilah terdapat suatu karya yang sangat indah. Karena pekerjaan ini dilakukan dengan kesabaran dan ketekunan. Hasil dari ketekunan itulah lahir sebuah identitas dari tenunan yang ditenun oleh para perempuan khususnya di suku Timor Amarasi. Para penenun memperoleh kemampuan dari Allah dalam menenun identitas dari daerahnya. Karena dengan melihat tenunan yang digunakan oleh seseorang dapat diketahui identitas diri orang tersebut yang berhubungan dengan suku dan struktur sosial dalam masyarakat.

Karya

Admin Namah

ISBN978-623-8635-81-8
PenerbitNafal Publishing
Halamanviii + 76
HargaRp. 32.000

Related Projects