Pendidikan Islam memiliki tujuan yang luas, yakni untuk mendidik umat menjadi insan yang bertakwa, berilmu, dan berakhlaq mulia. Oleh karena itu, epistemologi pendidikan Islam memerlukan pemahaman yang holistik, yang mencakup aspek spiritual, sosial, dan kultural. Pengetahuan dalam Islam dianggap sebagai sesuatu yang tidak hanya bersifat rasional, tetapi juga melibatkan wahyu ilahi, yang mencakup Al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber utama pengetahuan. Selain itu, proses pencarian ilmu dalam Islam harus dilandasi dengan niat yang tulus dan ikhlas karena Allah, serta berorientasi pada kesejahteraan umat dan kemanusiaan secara keseluruhan.
Sebagai dasar dalam mengembangkan teori-teori pendidikan Islam, epistemologi pendidikan Islam juga mengintegrasikan berbagai pendekatan seperti pengalaman, rasio, wahyu, dan intuisi dalam memahami hakikat pengetahuan. Dengan demikian, pendidikan Islam tidak hanya memperhatikan aspek kognitif, tetapi juga mendalami dimensi afektif dan psikomotorik peserta didik. Epistemologi pendidikan Islam juga perlu mempertimbangkan peran penting nilai-nilai etik dan moral dalam proses pendidikan yang mengarah pada pembentukan karakter unggul sesuai dengan ajaran agama.
