EVALUASI KURIKULUM merupakan bagian penting dalam keseluruhan proses pendidikan karena melalui evaluasi dapat diketahui sejauh mana kurikulum yang dirancang benar-benar berjalan sesuai tujuan yang diharapkan. Kurikulum bukan sekadar dokumen tertulis, melainkan pedoman yang hidup dalam praktik pembelajaran, interaksi pendidikan, dan kebijakan kelembagaan. Evaluasi kurikulum menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan dalam upaya menjaga relevansi, efektivitas, dan mutu pendidikan.
Kehadiran berbagai model evaluasi menunjukkan bahwa evaluasi kurikulum tidak dapat dilakukan dengan satu cara yang tunggal. Setiap model memiliki titik tekan, keunggulan, serta relevansi tersendiri sesuai dengan konteks, tujuan, dan kebutuhan evaluasi. Pemahaman terhadap keragaman model tersebut menjadi penting agar pendidik, pengelola pendidikan, peneliti, dan pengembang kurikulum mampu memilih pendekatan yang tepat, kritis, dan kontekstual. Dengan cara itu, evaluasi tidak berhenti pada pengukuran, tetapi berkembang menjadi sarana refleksi dan transformasi pendidikan.
- Landasan Teoretis Evaluasi Kurikulum
- Konsep Dasar Dan Prinsip Evaluasi Kurikulum
- Klasifikasi Model-model Evaluasi Kurikulum
- Model Evaluasi Berorientasi Tujuan (goal-oriented Evaluation)
- Model Evaluasi Cipp
- Model Evaluasi Responsif (Responsive Evaluation Model)
- Model Evaluasi Bebas Tujuan (Goal-free Evaluation)
- Model Evaluasi Formatif Dan Sumatif
